Suara vokalnya bagus, dentuman drumnya ok, dan tarikan gitarnya mantab, kemudian digabungkan ketiganya menjadi satu, apa yang terjadi? Pasti Berantakan!. Sampai anda berkali-kali mengalami kegagalan dalam proses mixing musik, membuat anda frustasi. Mungkin butuh berkali-kali upaya untuk bisa menjadi tehnisi atau produser musik yang sukses. Namun, saya punya 20 tips yang bisa sangat membantu untuk melakukan proses mixing. Have fun!
Showing posts with label TIPS. Show all posts
Showing posts with label TIPS. Show all posts
Tuesday, March 11, 2014
TIPS DALAM MIXING
Suara vokalnya bagus, dentuman drumnya ok, dan tarikan gitarnya mantab, kemudian digabungkan ketiganya menjadi satu, apa yang terjadi? Pasti Berantakan!. Sampai anda berkali-kali mengalami kegagalan dalam proses mixing musik, membuat anda frustasi. Mungkin butuh berkali-kali upaya untuk bisa menjadi tehnisi atau produser musik yang sukses. Namun, saya punya 20 tips yang bisa sangat membantu untuk melakukan proses mixing. Have fun!
Saturday, March 1, 2014
MIXING DUA GITAR
Mixing dua gitar,bila menemui ada dua
gitaris diatas panggung, langkah kita adalah mendiskusikan dengan band
tersebut,apakan gitar satu di Pan kekanan tau sebaliknya dan bagaimana
bila pas solo gitar?
Idialnya Mixing 2 gitar jangan terlalu
extrime dalam main Pan pot,karena dalam letek speaker antara sayap kanan
dan kiri bejahuan,penonton yang ada di kiri tidak bisa dengar gitar
yang baru di pan kekanan,begitu juga sebaliknya,Apabila pas solo gitar
sebaiknya sound gitar diarahkan ke centre(tengah) dan level gitar ketika
solo,sedikit dibawah level vokal,agar sound vokal bisa tetap menonjol.
MENGATASI PEMAIN MUSIK YG BANDEL
Musisi bandel
Banyak panggung live-music beruntung
mendapatkan musisi berbakat di panggungnya. Tetapi kadangkala ada
beberapa pemusik yang merasa perlu bermain keras. Masalah ini makin
menjadi-jadi apabila pemusik tersebut dapat mengontrol sendiri volumenya
melalui amplinya. Operator sound akan sulit sekali mendapatkan mix yang
baik bila pemusik ini menaikkan volumenya sehingga menutupi yang lain.
Meminta pemusik tersebut mengecilkan suaranya biasanya tidak ampuh.
Suara akan mengecil sementara, lalu kemudian membesar lagi.
Untuk mengatasi hal ini, maka jelaskan pada musisi tersebut bahwa anda sangat ingin agar hadirin mendapat sound terbaik yang enak dan nyaman. Minta pemusik tersebut untuk mempercayai anda. Sebagai langkah kedua, rekam penampilan mereka dengan sebuah mic atau handycam, lalu saksikan bersama pemusik tersebut. Rekaman ini akan menjadi bukti nyata bahwa pemusik tersebut terlalu keras !
Baca juga MASALAH ADU PEMUSIK DIPANGGUNG
Untuk mengatasi hal ini, maka jelaskan pada musisi tersebut bahwa anda sangat ingin agar hadirin mendapat sound terbaik yang enak dan nyaman. Minta pemusik tersebut untuk mempercayai anda. Sebagai langkah kedua, rekam penampilan mereka dengan sebuah mic atau handycam, lalu saksikan bersama pemusik tersebut. Rekaman ini akan menjadi bukti nyata bahwa pemusik tersebut terlalu keras !
Baca juga MASALAH ADU PEMUSIK DIPANGGUNG
Friday, February 28, 2014
MASALAH ADU PEMUSIK DI PANGGUNG
Di panggung live, kadang-kadang pemusik mengeluh : "sulit sekali memonitor suara instrumen saya di panggung ini".
Kesulitan ini terjadi karena panggung biasanya hingar-bingar. Keadaan hingar-bingar terjadi karena semua adu keras dengan memperbesar bunyi ampli masing-masing. Sebaiknya tiap ampli tidak terlalu keras tetapi pemusiknya tetap dapat memonitor bunyinya dengan baik. Untuk mengatasinya coba lakukan hal-hal berikut :
1. Pertama-tama, pindahkan arah hadap masing-masing ampli / monitor. Contoh : Ampli gitar hadap kiri, ampli keyboard agak mendongak hadap kanan, dsb. Tentunya tetap menghadap ke pemain terkait.
2. Coba tonjolkan suara instrumen pemusik di monitor nya masing-masing. Misalnya di monitor pemain gitar, kecilkan bunyi instrumen lain yang di monitor tersebut sehingga suara gitarnya menjadi menonjol. Jadi pemain gitar mendengar suara gitar nya melalui 2 speaker : amplinya dan monitornya. Setelah itu, minta pemain gitar tersebut mengecilkan amplinya. Otomatis maka bunyi gitar di atas panggung akan menjadi kecil dan fokus hanya ke pemain gitar saja. Hal ini akan mengurangi 'hingar bingar' panggung.
3. Perhatikan cara bermain para pemusik di panggung. Jika kita mendengar bahwa suara gitar menutupi suara keyboard (atau sebaliknya), maka coba minta para pemusik untuk main di oktaf yang berbeda (gitar oktaf yang lebih tinggi, keyboard oktaf middle, bas oktaf rendah).
4. Bila kita merasa suara drum terlalu keras, coba perkecil suara di monitor drum. Biasanya karena monitor drum terlalu keras maka pemain drum main lebih keras. Hal yang sama juga berlaku di monitor instrumen lain.
5. Bila pertempuran antara alat musik masih tetap seru di panggung, coba bagi frekuensi suara semua amplifier di panggung. Gitar disetel agak high dengan mid dan low dikurangi. Bas mengurangi high dan mid nya. Keyboard mengurangi high dan low. Jadi masing-masing ampli memiliki jatah frekuensi masing-masing. Tentu sebelumnya dengan berdiskusi dengan para pemusik tersebut.
Kesulitan ini terjadi karena panggung biasanya hingar-bingar. Keadaan hingar-bingar terjadi karena semua adu keras dengan memperbesar bunyi ampli masing-masing. Sebaiknya tiap ampli tidak terlalu keras tetapi pemusiknya tetap dapat memonitor bunyinya dengan baik. Untuk mengatasinya coba lakukan hal-hal berikut :
1. Pertama-tama, pindahkan arah hadap masing-masing ampli / monitor. Contoh : Ampli gitar hadap kiri, ampli keyboard agak mendongak hadap kanan, dsb. Tentunya tetap menghadap ke pemain terkait.
2. Coba tonjolkan suara instrumen pemusik di monitor nya masing-masing. Misalnya di monitor pemain gitar, kecilkan bunyi instrumen lain yang di monitor tersebut sehingga suara gitarnya menjadi menonjol. Jadi pemain gitar mendengar suara gitar nya melalui 2 speaker : amplinya dan monitornya. Setelah itu, minta pemain gitar tersebut mengecilkan amplinya. Otomatis maka bunyi gitar di atas panggung akan menjadi kecil dan fokus hanya ke pemain gitar saja. Hal ini akan mengurangi 'hingar bingar' panggung.
3. Perhatikan cara bermain para pemusik di panggung. Jika kita mendengar bahwa suara gitar menutupi suara keyboard (atau sebaliknya), maka coba minta para pemusik untuk main di oktaf yang berbeda (gitar oktaf yang lebih tinggi, keyboard oktaf middle, bas oktaf rendah).
4. Bila kita merasa suara drum terlalu keras, coba perkecil suara di monitor drum. Biasanya karena monitor drum terlalu keras maka pemain drum main lebih keras. Hal yang sama juga berlaku di monitor instrumen lain.
5. Bila pertempuran antara alat musik masih tetap seru di panggung, coba bagi frekuensi suara semua amplifier di panggung. Gitar disetel agak high dengan mid dan low dikurangi. Bas mengurangi high dan mid nya. Keyboard mengurangi high dan low. Jadi masing-masing ampli memiliki jatah frekuensi masing-masing. Tentu sebelumnya dengan berdiskusi dengan para pemusik tersebut.
Thursday, February 27, 2014
PENGERTIAN OKTAF PADA EQUALIZER
. Seperti equalizer 31 band yang sering kita sebut equalizer
1/3 oktaf atau equalizer 10 band yang sering kita sebut dengan equalizer
1 oktaf, dan lain sebagainya.
Batas pendengaran telinga manusia hanya sebatas 20 hz – 20.000 hz, jadi tidak akan mungkin sebuah pabrikan akan membuat equalizer dengan mempunyai jumlah fadernya sebanyak ini,Untuk itu equalizer ini di perkecil atau di gabungkan frequensinya ( tidak semua frequensi di sertakan tapi di wakilkan ) sehingga mendapatkan nilai frequensi seperti kita lihat di tiap equalizer ada tulisan 20hz, 40hz, 80hz, 160hz, dan seterusnya.
Nah disetiap tulisan itu ada fader yang mengaturnya dan antara fader satu ke fader yang lainnya kita sebut dengan oktaf.
Oktaf adalah jarak antara fader ke fader lainnya itu yang di sebut oktaf dan diantara jarak itu terdapat beberapa frequensi didalamnya yang nantinya bisa kita adjust atau setting melalui fadernya.
Kesimpulannya semakin banyak frequensi yang bisa di adjust di sebuah equalizer, semakin akurat dan selektiflah sebuah equalizer dapat menunjukan kemampuannya, sehingga memudahkan kita untuk membentuk karakter audio yang baik melalui equalizer ini.
Nilai frequensi yang tertera pada tiap equalizer tidak semua sama, tergantung pabrikan mau membuatnya di mulai dari frequensi yang mana, tapi pada prinsip dasarnya seperti yang saya tulis diatas.
Minimal kita semua mengerti akan arti dari oktaf dan tulisan nilai frequensi yang terdapat di sebuah equalizer.
Batas pendengaran telinga manusia hanya sebatas 20 hz – 20.000 hz, jadi tidak akan mungkin sebuah pabrikan akan membuat equalizer dengan mempunyai jumlah fadernya sebanyak ini,Untuk itu equalizer ini di perkecil atau di gabungkan frequensinya ( tidak semua frequensi di sertakan tapi di wakilkan ) sehingga mendapatkan nilai frequensi seperti kita lihat di tiap equalizer ada tulisan 20hz, 40hz, 80hz, 160hz, dan seterusnya.
Nah disetiap tulisan itu ada fader yang mengaturnya dan antara fader satu ke fader yang lainnya kita sebut dengan oktaf.
Oktaf adalah jarak antara fader ke fader lainnya itu yang di sebut oktaf dan diantara jarak itu terdapat beberapa frequensi didalamnya yang nantinya bisa kita adjust atau setting melalui fadernya.
Kesimpulannya semakin banyak frequensi yang bisa di adjust di sebuah equalizer, semakin akurat dan selektiflah sebuah equalizer dapat menunjukan kemampuannya, sehingga memudahkan kita untuk membentuk karakter audio yang baik melalui equalizer ini.
Nilai frequensi yang tertera pada tiap equalizer tidak semua sama, tergantung pabrikan mau membuatnya di mulai dari frequensi yang mana, tapi pada prinsip dasarnya seperti yang saya tulis diatas.
Minimal kita semua mengerti akan arti dari oktaf dan tulisan nilai frequensi yang terdapat di sebuah equalizer.
Subscribe to:
Posts (Atom)
